Friday, 18 September 2015

Contoh contoh pantun nasehat anak anak

CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK. Disebut
pantun nasehat karena di dalamnya terdapat
wejangan-wejangan. Dalam suasana kasih serta
cinta. Kepada anak-anak mutiara jiwa.
Wejangan adalah petuah, petunjuk, serta
bimbingan. Agar anak-anak meniti jalan benar
dalam kehidupan. Nasehat artinya tulus murni.
Agar wejangan menyentuh hati. Bukan berasal
dari api kemarahan. Sehingga anak membangun
dinding penghalang.
Pantun merupakan penuntun; yang membimbing
dengan santun. Dalam irama dan etika. Dalam
nada dan hiburan. Maka pantun nasehat ini
diberikan. Kepada saudara dan handai taulan.
Moga-moga mendapat ajaran. Dapat dibawa
dalam kehidupan.
Anakanda hendaknya mengerti. Orang tua mesti
dihormati. Sebagai suara dari nurani. Sebagai
ajaran budi pekerti. Orang tua adalah gerbang.
Agar bahagia datang menjelang.
Jagalah olehmu. Hati perasaan Ayah dan Ibu.
Jangan sesekali berkata "ah!". Saat orang tua
memerintah. Turuti apa yang dikata. Sejauh
selaras perintah agama. Agar hidupmu penuh
pahala. Kelak hidup dicurahi berkah.
Orang tua ladang surga. Jika engkau laksanakan
tuntunan agama. Dan memang setiap tindak
tanduk. Menurut perintah agama haruslah
tunduk.
Inilah pantun-pantun nasehat. Untuk anakanda
pemantik semangat. Dengarlah dengan hati
menyimak. Moga turun kepadamu segenap
berkat.
Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa
Hari rabu memetik kelapa
Airnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga
Dari apa kue lemang
Dari ketan yang dipanggang
Waktu kecil kita ditimang
Ayah Ibu harus disayang
Bapak tani menanam tebu
Pembeli datang bertanya harga
Wahai ananda hormati Ibu
Karena Ibu jalan ke surga
Empek-empek ditambah cuka
Tak terbanding enaknya rasa
Coba lihat anak durhaka
Di dunia hidupnya tersiksa
Orang dahulu hidup di goa
Biawak hidup di dalam rawa
Turuti perintah orang tua
Tiap sholat tak lupa berdoa
Mana mungkin ada buaya
Coba lihat dengan cermat
Mana mungkin hidup bahagia
Jika pada orang tua tiada hormat
Wahai ananda permata Ibunda. Kumpulkan ilmu
di dalam qalbu. Sedalam-dalam yang engkau
bisa. Walaupun jauh jalan yang kau tempuh.
Ilmu laksana lentara. Api penerang di gelap
gulita. Penunjuk jalan pemagar jiwa. Agar dirimu
tidak terlena.
Ilmu sejati membawa kedamaian. Di dalam hati
ilmu bersemayam. Pembawanya bagaikan padi.
Makin tunduk jika berisi. Ilmu sejati membuat
jiwa. Semakin permai wajahpun berwibawa.
Karena ia mengenalkan kita. Kepada Tuhan Sang
Pencipta.
Hendaklah kau luruskan niat. Hendak semangat
haruslah bulat. Ilmu bukan untuk dunia. Bukan
sebagai pengungkit harta. Bila ilmu memang
ada. Harta datang dengan sendirinya. Karena
segala yang bermanfaat. Akan menetap di muka
Bumi. Meski apa yang terjadi.
Wahai ananda permata Ayahanda. Hormati guru
pembawa cahaya. Ikhlas menerima sekalipun
bercela. Karena merekapun adalah manusia.
Hendaknya engkau hormati guru. Agar tercurah
segala ilmu. Karena semakin engkau merendah.
Engkau akan luas seperti samudra. Jangan
sombong jangan takabur. Kelak berkah ilmu
menjadi luntur. Ilmu kelak tiada guna. Segala
usahamu menjadi sia-sia.
Belajarlah engkau dengan tekun. Bagaikan
sebutir benih di dalam kebun. Meskipun kecil
terlihat mata. Lama-lama besar menjelma.
Menggapai ilmu jangan menyerah. Apalagi
mundur dan kalah. Kelak hati menjadi dungu.
Budi pekerti engkau tak kan tahu. Berikut contoh
pantun nasehat anak tentang belajar.
Bangau terbang iring-iringan
Terbang jauh satu kepakan
Al Quran adalah pegangan
Jangan pernah dilupakan
Tari piring tari saman
Tari lilin apinya berpijar
Al Quran adalah pedoman
Rajin-rajinlah ananda belajar
Mentari pagi sinarnya hangat
Berangkat kerja ke Pulau Rengat
Belajar haruslah semangat
Jangan tersalah pada niat
Kancil menulis di daun lontar
Ketika mentari telah bersinar
Belajar bukan sekedar pintar
Tapi menjadi pribadi benar
Memancing ikan diberi umpan
Agar datang si ikan toman
Ilmu ibarat kemudi sampan
Agar hidup di garis tujuan
Apa gunanya tumbuhan temu
Ramuan jamu dengan lengkuas
Bila hati dipenuhi ilmu
Jiwanya besar pikirannya luas
Ikan nila berpindah kolam
Mencari kawan namanya tiram
Jika ilmu semakin dalam
Jiwa berani hatinya tentram
Sungguh indah syair setanggi
Merangkai kata bagai hiasan
Ilmu itu harus tinggi
Jangan dunia sebagai batasan
Apa namanya kepala kereta
Namanya masinis bukan nakhoda
Apa tujuan ilmu kita
Tujuannya mengenal Sang Pencipta
Kolam penuh ikan sepat
Untuk dimasak di daun talas
Jika ingin ilmu manfaat
Cari guru yang tulus ikhlas
Elang terbang ke atas awan
Turun bangau badannya kumal
Bukan banyaknya pengetahuan
Ilmu adalah banyaknya amal
Ngengat mengejar kura-kura
Bertemu mereka di pelimbahan
Semangat bagai api membara
Tiada padam oleh godaan
Laut dalam tempat berenang
Tempat ikan bermain-main
Sehari seutas benang
Setahun menjadi sehelai kain
Lebah dipimpin seekor ratu
Mencari bunga dekat kencur
Air lembut menetes di batu
Lama-lama batupun hancur
Sepah tebu rasanya hambar
Bila dibakar pasti berkobar
Jika engkau terus bersabar
Ilmumu pasti akan lebar
Jangan tertipu dunia semu
Tinggal di dunia hanya sepagi
Jika engkau orang berilmu
Derajatmu pasti meninggi
Dari mana datangnya wahyu
Kepada Nabi wahyu turun
Dari mana datangnya ilmu
Dari belajar dengan tekun
Pergilah ke tengah taman
Menikmati bunga menawan
Carilah olehmu teman
Yang dapat dijadikan pedoman
Amat ternama bunga selasih
Bunga indah slalu berseri
Jika hatimu selalu bersih
Engkau akan dikelilingi kasih
Contoh Pantun Nasehat Anak Untuk Menjaga Diri.
Pantun akan kami sajikan. Untukmu ananda
kasih pujaan. Moga engkau slalu dengarkan.
Semua petuah jadi pedoman. Jagalah dirimu
wahai ananda. Dari semua mara bahaya. Yang
meletup dari dalam diri. Banyak insan tiada
mengerti.
Jaga dirimu dari keburukan. Sifat jelek bisikan
setan. Memang kadang sudah lumrah. Yang
buruk itu terlihat indah. Namun jika engkau
berilmu. Engkaupun pasti sudah tahu. Yang
buruk kadang dihiasi. Keindahan berwana warni.
Namun tetaplah engkau setia. Kepada fitrah yang
tercipta. Sebagai hamba dari Yang Esa. Patuhlah
engkau senantiasa. Bila engkau bermaksiat. Rasa
nikmat hanya sekejap. Sengsara jiwa sepanjang
zaman. Di dunia pun dapat kau rasakan.
Rasa dosa rasa bersalah. Serta hidup yang
menjadi susah. Adalah sebagai pertanda. Agar
engkau pulang kembali pada-Nya. Itulah kasih
sayang-Nya. Agar engkau tiada meneruskan.
Perbuatan silap dan kerusakan. Kembali ke
taman penuh kedamaian.
Berburu ke bukit kapur
Bawa senjata panah sangkur
Jaga diri dari kufur
Niscaya hidup penuh syukur
Kulit harimau elok disamak
Untuk tidur dengan nyenyak
Jaga diri dari tamak
Niscaya temanmu akan banyak
Pasar baru ramai marak
Tangan bertepuk mulut bersorak
Jaga diri dari congkak
Agar hidup tak luluh lantak
Air tertampung dalam tangki
Siram bunga agar tak mati
Jaga diri dari iri dengki
Niscaya sentosa relung hati
Tanam keladi tanam talas
Bawah matahari cahaya panas
Jaga diri dari malas
Niscaya punya banyak emas
Jalan-jalan ke Kota Medan
Pulangnya bawa burung bayang
Jaga diri dari godaan
Niscaya diri bertemu kejayaan
Hendaklah engkau hiasi diri. Dengan segenap
akhlak terpuji. Sepanjang zaman yang kau lalui.
Semasa nafas tersisa masih. Ingat-lah wahai
ananda. Semua akhlak pasti tercatat. Tidak
hilang tidak-lah cacat. Segenap kebaikan yang
engkau lakukan. Akan berubah menjadi istana.
Sebagian menjadi sungainya. Sebagian menjadi
jiwa sentosa.
Tetapi ingatlah pula. Segala maksiat yang
sesaat. Kan menjadi siksa tiada terkira. Di
akherat penuh sengsara. Berharaplah mendapat
surga. Dan takutlah pada neraka. Karena itulah
perintah. Dari Allah dalam Kitab Suci-Nya.
Lalu carilah olehmu. Keridhaan Tuhan alam
semesta. Agar Dia meridhai pula. Terhadap
dirimu wahai ananda.
Mari nanda memanjat kelapa
Hari panas sangat dahaga
Adat baik bertutur sapa
Sopan santun harus dijaga
Cahaya terang sang matahari
Lebih terang dari pelita
Pandai-pandai membawa diri
Orang sayang hiduppun bahagia
Kacang tanah rasanya gurih
Tapi pedas si buah pala
Bantu teman jangan berpamrih
Kepada Allah mengharap pahala
Dari mana kain batik
Dari pasar tanjung pinang
Jaga lisan berkata baik
Niscaya orang menjadi senang
Perih sekali tertancap ilalang
Sangat sakit susah hilang
Tajamnya kata bagai pedang
Sekali terluka tetap terkenang
Pergi ke Padang berjalan kaki
Jangan letih dipaksakan
Luka pedang dapat diobati
Luka hati susah disembuhkan
Emas perak tersimpan di rongga
Banyak yang suka mutiara
Berbuat baik kepada tetangga
Niscaya diri banyak saudara
Di manakah hidupnya ikan-ikan
Di laut dalam mereka berenang
Salahnya orang dimaafkan
Jiwa besar hatimu lapang
SHOLAT JUMAT
Bertemu teman mesti menyapa
Jika hujat terjadi kilat
Coba lihat jam berapa
Jam sebelas berangkat sholat
Jangan membuang air beras
Pada bunga kita siramkan
Ayo mandi lekas-lekas
Sholat Jumat akan ditegakan
Ayam diintai oleh rubah
Jamu pahit sedang diseduh
Jika khatib sedang khutbah
Simak ia jangan bergaduh
Pohon rindang banyak dahan
Jangan dahan dipatahkan
Hadapkan hati kepada Tuhan
Ayah dan Ibu engkau doakan
Di eropa hujan salju
Memang cuacanya sudah lain
Pulang sholat ganti baju
Makan dahulu barulah main
Pasar baru tempanya kain
Pergi ke sana beli satu
Silakan ananda pergi main
Jangan sampai lupa waktu
Ikan mabuk terkena tuba
Ambil ketika tuba mendera
Jika petang sudah tiba
Pulang ke rumah dengan segera
Membeli bawal dapat tenggiri
Karena pikiran tidak tertib
Segera mandi bersihkan diri
Lalu tunaikan sholat magrib
Tali kekang terikat kendur
Kudanya lari entah kemana
Bila malam segera tidur
Bergadang itu tiada guna
BERSYUKUR
Berkicau merdu burung tekukur
Kepakan sayap terbang kabur
Selalulah belajar bersyukur
Niscaya rezeki tambah subur
Tekukur turun memakan sepat
Anak kera membawa lepat
Jika syukur menjadi sifat
Segenap bahagia ananda dapat
Memetik padi bersisa masih
Sisa dipatuk si burung nuri
Syukur itu berterimakasih
kepada Tuhan Maha Pemberi
Jika padi dimakan tekukur
Jangan lempar dengan lumpur
Jika Nanda tiada bersyukur
Artinya hidup dalam kufur
Burung tekukur berlaksa-laksa
Merdu sekali bunyi kicaunya
Orang kufur mendapat siksa
Di akherat dan di dunia
Hidup itu mesti jujur. Agar badan mendapat
mujur. Bukan saja mujur di dunia. Moga mujur di
akherat kelak. Jauhkan darimu dusta. Karena
dusta dibenci oleh Yang Esa. Tinggalkanlah
jangan kau teruskan. Semoga engkau mendapat
kemaafan.
Meski apapun terjadi. Kejujuran tetap terpatri. Ia
tak boleh lepas. Harus menyatu bagaikan nafas.
Jika jujur selalu. Tiada takut dalam hatimu.
Karena engkau dalam kebenaran. Maka
ketentraman bersemayam.
Tunggu kabar tunggu berita
Kepada orang ditanyakan
Jangan bohong haramkan dusta
Apa yang benar engkau katakan
Hutan bakau menjadi taman
Agar pantai tiada hancur
Jika engkau ingin berteman
jauhkan dusta besarkan jujur
Makan di lepau naik pedati
Potong nilam pakai pisau
Jika engkau jujur hati
Hidup tentram jauhlah risau
Syahadat itu yang pertama
Mesti diresap sejiwa raga
Jujur itu landasan agama
Teguh dipegang sekuat tenaga
Puteri suka bunga petunia
Tanamnya di taman luas lega
Jangan mengharap pahala dunia
Jujur kita untuk ke surga
Terhampar luas bukit hijau
Hijau karena warna rumput
Dusta itu bagaikan ranjau
Membuat engkau jadi penakut
Sampan perahu mengejar kayak
Dari hulu tak kena-kena
Dusta itu bagaikan riak
Membuat hati gundah gulana
Matahari bercahaya silau
Anak negeri pergi merantau
Dusta itu bagaikan pisau
Membuat pikiran selalu risau
BEKERJA KERAS JANGAN MALAS
Ibu merenda adik main layang
Anak Melayu bermain gada
Wahai nanda yang kusayang
Dengarkan olehmu nasehat ayahanda
Air tajin menyiram talas
Membeli bumbu duitnya di laci
Hiduplah rajin jangan malas
Orang malas banyak yang benci
Tuan raja belajar menari
Ditemani para hulubalang
Hidup rajin bagaikan mentari
Kelak hidupmu akan cemerlang
Kucing hutan belang di kaki
Dipungut oleh anak petani
Rajin itu mengundang rezeki
Membuat mudah hidup ini
PENUTUP
Kereta berjalan di atas roda
Raja menghela memberi tanda
Dengarkanlah wahai ananda
Cukup-lah nasehat dari ayahanda
Bahtera berlayar ke Selat Sunda
Gelombangnya besar senantiasa
Turuti-lah nasehat ibunda
Kelak hidupmu makmur sentosa
Cukup sampai di sini kiranya dari pantunseribu.
Tidak pernah berhenti berharap bahwa setiap
pantun yang disampaikan kami, memberi
kebaikan kepada Anda semua. Tidak terkecuali
CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK di atas.

No comments:

Post a Comment