Berikut ini adalah doa pada hari 10 Muharram atau hari Asyura yang saya kutip dari buku majmuk yang diajarkan di pesantren ku:
ﺣَﺴْﺒُﻨَﺎﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻮَﻛِﻴْﻞُ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟَﻰ
ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟﻨَّﺼِﻴْﺮُ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﻣِﻞْﺀَﺍﻟْﻤِﻴْﺰَﺍﻥِ ﻭَﻣُﻨْﺘَﻬَﻰ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ
ﻭَﻣَﺒْﻠَﻎَ ﺍﻟﺮِّﺿَﺎﻭَﺯِﻧَﺔَﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﻻَﻣَﻠْﺠَﺄَ ﻭَﻻَﻣَﻨْﺠَﺄَ
ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍِﻻَّ ﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﻋَﺪَﺩَﺍﻟﺸَّﻔْﻊِ
ﻭَﺍﻟْﻮِﺗْﺮِ ﻭَﻋَﺪَﺩَﻛَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺎﺕِ
ﻛُﻠِّﻬَﺎﻧَﺴْﺄَﻟُﻚَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻣَﺔَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ
ﻳَﺎﺍَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﻻَﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَﻗُﻮَّﺓَﺍِﻻَّﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ
ﺍﻟْﻌَﻠِﻰِّ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ ﻭَﻫُﻮَﺣَﺴْﺒُﻦَ ﻭَﻧِﻌْﻢَ
ﺍﻟْﻮَﻛِﻴْﻞُ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟَﻰ ﻭَﻧِﻌْﻢَ
ﺍﻟﻨَّﺼِﻴْﺮُ ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ
ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
Artinya:
“Cukuplah Allah menjadi sandaran kami, dan
Dia sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik
kekasih, dan sebaik-baik Penolong. Maha Suci
Allah sepenuh timbangan, sesempurna
ilmu, sepenuh keridhaan dan timbangan ‘arsy.
Tidak ada tempat berlindung
dan menyelamatkan diri dari Allah, kecuali
hanya kepada-Nya. Maha Suci Allah sebanyak
bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak
kalimat Allah yang sempurna, kami memohon
keselamatan dengan rahmat-Mu wahai Dzat
Yang Paling Penyayang diantara semua yang
penyayang. Dan tiada daya upaya dan
kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah
Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan Dialah
yang mencukupi kami, sebaik-baik Pelindung,
sebaik-baik kekasih, dan sebaik-
baik Penolong. Semoga rahmat dan salam
Allah tetap tercurah kepada junjungan
kami Nabi Muhammad, teriring keluarga dan
sahabat beliau.”
Friday, 23 October 2015
Doa yang bibaca pada hari 10 Muharram atau hari Asyura Ala Santri Pesantren
Amalan, Fadhilah dan doa di Hari Asyura (10 Muharram) yang sering dikerjakan oleh para Ulama'
Amalan, Fadhilah dan doa di Hari
Asyura (10 Muharram) yang sering dikerjakan oleh para Ulama'
Ulama mengajarkan berbagai kebajikan di hari
asyura diantaranya adalah:
1. Melapangkan nafkah utk anak dan istri=>>
fadhilahnya, Allah akan melapangkan org tsb
sepanjang tahun itu.
Sunnah membelanjakan hadiah untuk istri dan
keluarga di hari asyura, dan para sahabat
menjadikan puasa untuk anak-anak mereka
yg masih bocah pula, diriwayatkan dalam
beberapa hadits pada SHAHIH MUSLIM
bahwa sahabat mengumpulkan anak-anak
bocah mereka di masjid dan membuatkan
mainan mainan untuk mereka, bila mereka
menangis karena lapar maka mainan itu
diberikan pada mereka untuk melupakan lapar
dan hausnya. (SHAHIH MUSLIM).
2. memuliakan fakir miskin.==> fadhilahnya,
Allah akan melapangkan alam kuburnya.
3. menahan marah==>fadhilahnya, Allah akan
memasukkan ke dalam golongan yg ridha dan
diridhai-Nya
4. menunjukkan jalan kebenaran kpd orang-
orang tersesat (kalau diskusi dalam Group
KTB ini termasuk juga apa gak ya? Hehe..)
==> fadhilahnye, Allah akan menyinarkan
cahaya iman dlm hatinya...
5. Mengusap kepala anak yatim.==> fadhilahe
inggih meniko Allah badhe maringi kebecikan
ing dalemipun suwargo ing kabeh-kabeh
rambut ingkang diusapaken (Allah akan
menganugerahkan kebaikan di surga atas
tiap-tiap rambut yg diusapnya.)
" lindungilah dan sayangilah mereka (anak
yatim ) karena jika kamu melindugi dan
menyayangi mereka berarti kamu
menyayangiku, dan jika kamu menyakiti
mereka ( anak yatim ) berarti kamu juga
menyakitiku"
diriwayatkan bahwa Rasul saw menyayangi
anak2 yatim, dan lebih menyayangi mereka
pd hari 10 muharram (Asyura).
6. bersedekah==> fadhilahnya, Allah akan
menjauhkan dari siksa neraka sejauh jarak
seekor gagak yang terbang tanpa berhenti,
dari kecil sehingga ia mati.
Menjamu serta bersedekah pd 10 muharram
bukan hanya pd anak yatim tapi keluarga,
anak, istri, suami dan orang orang terdekat,
karena itu sunnah beliau saw dan pembuka
keberkahan hingga setahun penuh. (FAIDHUL
QADIR juz 6 hal 235-236).
Diriwayatkan pula bahwa sayyidina Umar ra
menjamu tamu dengan jamuan khusus, pada
malam 10 muharram (MUSNAD IMAM
TABRANI/ TAFSIR IBN KATSIR Juz 3 hal 244)
7. memelihara kehormatan diri==>
fadhilahnya, Allah akan mengaruniakan hidup
yg senantiasa diterangi cahaya keimanan
8. mandi sunnah==> fadhilahnya, tidak diuji
dengan sakit berat pada tahun itu.
9. bercelak==> fadhilahnya, tidak akan sakit
mata pd tahun itu.
10. membaca surat Al-ikhlas 1000 kali==>
fadhilahnya, Allah akan memandangnya di
akhirat dgn pandangan kasih
11. memperbanyak sholat 4 rakaat==>
fadhilahnya, Allah akan menghapus
dosa2nya.
12. perbanyak baca hasbunallah wani'mal
wakil ni'mal mawla wa ni'man nashir==>
fadhilahnya, insya Allah tdk akan mati di tahun
itu.
13. menjamu org yg berbuka puasa==>
fadhilahnya, diberi pahala seperti memberi
sekalian org islam berbuka puasa.
14. berpuasa=> fadhilahnya, diberi pahala
seribu kali haji, seribu kali umrah, seribu kali
syahid, dan diharamkan dari neraka.
Keutamaan Berpuasa Pada Hari Asyuro dan Bulan Muharram.
Puasa di hari ke sepuluh muharram atau yang sering disebut hari asyura mempunyai keutamaan atau fadhilah yang cukup besar,apa saja keutamaan dan fadhilahnya itu..langsung saja berikut akan saya jelaskan mengenai persoalan tersebut yang diseratai hadits nabi untuk sebagai dalil.
1- Puasa di bulan Muharram adalah sebaik-
baik puasa.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡِ ﺑَﻌْﺪَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺷَﻬْﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﺍﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡُ ﻭَﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻔَﺮِﻳﻀَﺔِ
ﺻَﻼَﺓُ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ
“ Puasa yang paling utama setelah (puasa)
Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –
Muharram. Sementara shalat yang paling
utama setelah shalat wajib adalah shalat
malam .” (HR. Muslim no. 1163).
Muharram disebut syahrullah yaitu bulan
Allah, itu menunjukkan kemuliaan bulan
tersebut. Ath Thibiy mengatakan bahwa yang
dimaksud dengan puasa di syahrullah yaitu
puasa Asyura. Sedangkan Al Qori
mengatakan bahwa hadits di atas yang
dimaksudkan adalah seluruh bulan
Muharram. Lihat Tuhfatul Ahwadzi , 2: 532.
Imam Nawawi rahimahullah berkata bahwa
bulan Muharram adalah bulan yang paling
afdhol untuk berpuasa. Lihat Syarh Shahih
Muslim , 8: 50.
Hadits di atas menunjukkan keutamaan
puasa di bulan Muharram secara umum,
termasuk di dalamnya adalah puasa Asyura.
2- Puasa Asyura menghapuskan dosa
setahun yang lalu
Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,
ﻭَﺳُﺌِﻞَ ﻋَﻦْ ﺻَﻮْﻡِ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺮَﻓَﺔَ ﻓَﻘَﺎﻝَ «
ﻳُﻜَﻔِّﺮُ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟْﻤَﺎﺿِﻴَﺔَ ﻭَﺍﻟْﺒَﺎﻗِﻴَﺔَ » . ﻗَﺎﻝَ
ﻭَﺳُﺌِﻞَ ﻋَﻦْ ﺻَﻮْﻡِ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺎﺷُﻮﺭَﺍﺀَ ﻓَﻘَﺎﻝَ «
ﻳُﻜَﻔِّﺮُ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟْﻤَﺎﺿِﻴَﺔَ
“ Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya
mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau
menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus
dosa setahun yang lalu dan setahun yang
akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai
keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau
menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus
dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no.
1162).
Kata Imam Nawawi rahimahullah , yang
dimaksudkan pengampunan dosa di sini
adalah dosa kecil sebagaimana beliau
penerangkan masalah pengampunan dosa ini
dalam pembahasan wudhu. Namun
diharapkan dosa besar pun bisa diperingan
dengan amalan tersebut. Jika tidak, amalan
tersebut bisa meninggikan derajat seseorang.
Lihat Syarh Shahih Muslim , 8: 46.
Adapun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
berpendapat secara mutlak setiap dosa bisa
terhapus dengan amalan seperti puasa
Asyura. Lihat Majmu’ Al Fatawa karya Ibnu
Taimiyah, 7: 487-501
3- Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punya
keinginan berpuasa pada hari kesembilan
(tasu’ah)
Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata
bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa
sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan
memerintahkan kaum muslimin untuk
melakukannya, pada saat itu ada yang
berkata,
ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻳَﻮْﻡٌ ﺗُﻌَﻈِّﻤُﻪُ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩُ
ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ .
“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang
diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.”
Lantas beliau mengatakan,
ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﻌَﺎﻡُ ﺍﻟْﻤُﻘْﺒِﻞُ – ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ –
ﺻُﻤْﻨَﺎ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍﻟﺘَّﺎﺳِﻊَ
“Apabila tiba tahun depan – insya Allah (jika
Allah menghendaki) – kita akan berpuasa
pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas
mengatakan,
ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺄْﺕِ ﺍﻟْﻌَﺎﻡُ ﺍﻟْﻤُﻘْﺒِﻞُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗُﻮُﻓِّﻰَ
ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ .-
“Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu
’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal
dunia.” (HR. Muslim no. 1134)
Kenapa sebaiknya menambahkan dengan
hari kesembilan untuk berpuasa? Kata Imam
Nawawi rahimahullah, para ulama berkata
bahwa maksudnya adalah untuk menyelisihi
orang Yahudi yang cuma berpuasa tanggal
10 Muharram saja. Itulah yang ditunjukkan
dalam hadits di atas.
Fadhilah dan Keutamaan Puasa pada hari Asyura atau 10 Muharram
Fadhilah dan Keutamaan Puasa pada hari Asyura atau 10 Muharram
‘Asyura berasal dari kata ‘asyara , artinya
bilangan sepuluh. Secara istilahi Puasa ‘Asyura
adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 10
Muharram pada Kalender Islam Hijriyah. Tahun
1435 H ini hari 'Asyura bertepatan dengan 14
Nopember 2013 M. Hukum puasa Asyura
adalah sunnah; maksudnya sangat dianjurkan
dan berpahala bagi yang menerjakannya
namun tidak berdosa bagi yang tidak
mengerjakannya.
Hadits dari Siti Aisyah RA yang diriwayatkan
Imam Bukhori:
Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa di
hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan
diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa
di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan
barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia
boleh berbuka . (HR Bukhari)
Diriwayatkan bahwa puasa ‘Asyura sudah
dilakukan oleh masyarakat Quraisy Makkah
pada masa jahiliyyah. Rasulullah SAW juga
melakukannya ketika masih berada di Makkah
maupun seteleh berada di Madinah.
Diriwayatkan juga bahwa ketika Nabi SAW
datang ke Madinah beliau melihat orang-orang
Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau
bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi
menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini
Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya,
maka Nabi Musa AS berpuasa pada hari ini.
Rasulullah bersabda:
Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian
(kaum Yahudi).
Maka kemudian beliau berpuasa pada hari itu
dan memerintahkan ummatnya untuk
melakukannya. (HR Bukhari)
Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa
Rasulullah pun sempat diprotes oleh umat
Islam di Madinah: “Ya Rasulallah, hari itu
(’Asyura) diagungkan oleh orang Yahudi.”
Maksudnya, kenapa umat Islam mengerjakan
sesuatu persis seperti yang dilakukan oleh
umat Yahudi? Beliau lalu bersabda: "Di tahun
depan insya Allah kita akan berpuasa pada
tanggal 9.” Setelah itu, tidak hanya
disunnahkan puasa pada tanggal 10 tapi juga
tanggal 9 Muharram. Sayang, sebelum datang
tahun berikutnya Rasulullah telah wafat.
Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan keinginan
beliau untuk berpuasa pada tanggal 9
dimaksudkan agar tidak persis seperti yang
dilakukan oleh umat pada masa Nabi
sebelumya, yakni Yahudi dan Nashrani. ( Fathul
Bari 4: 245)
Sebagian ulama memberikan nama tersendiri
untuk puasa sunnah di tanggal 9 Muharam ini,
yakni puasa Tasu’a, dari kata tis’a artinya
bilangan sembilan. Sebagian ulama lainnya
berpendapat bahwa puasa tanggal sembilan ini
adalah bagian dari kesunnahan puasa asyura.
Adapun fadhilah atau keutamaan puasa asyura
adalah seperti digambarkan dalam hadits dari
Sahabat Abdullah bin Abbas berikut iini:
Aku tidak pernah mendapati Rasulullah SAW
menjaga puasa suatu hari karena
keutamaannya dibandingkan hari-hari yang
lain kecuali hari ini yaitu hari ‘Asyura dan bulan
ini yaitu bulan Ramadhan. (HR Muslim)
Puasa ‘Asyura disandingkan dengan puasa
Ramadhan. Rasulullah SAW juga bersabda:
Puasa yang paling utama setelah Ramadhan
adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan
shalat yang paling utama setelah shalat wajib
adalah shalat malam . (HR Muslim)
Keutamaan yang didambakan dari puasa
‘Asyura adalah dapat menggugurkan dosa-
dosa setahun yang lalu. Imam Abu Daud
meriwayatkan dari Abu Qatadah RA, bahwa
Rasulullah SAW bersabda:�
Puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya
mengharap kepada Allah bisa menggugurkan
dosa setahun yang lalu. (HR Abu Daud)
Begitu besar keutamaan yang terkandung pada
puasa di hari ini. Bahkan sebagian ulama salaf
menganggap puasa ‘Asyura hukumnya wajib.
Namun berdasarkan hadits ‘Aisyah di atas,
kalaupun puasa ini dihukumi wajib maka
kewajibannya telah dihapus dan menjadi
ibadah yang sunnah.
Keutamaan Bulan Muharram dan 10 Muharram atau hari Asyuro
Keutamaan Bulan Muharram dan 10 Muharram atau hari Asyuro
Keutamaan Bulan Muharram
Nabi Muhammad Saw bersabda,
"Ibadah puasa yang paling baik
setelah puasa Ramadan adalah
berpuasa di bulan Muharram."
Meski puasa di bulan Muharram
bukan puasa wajib, tapi mereka
yang berpuasa pada bulan
Muharram akan mendapatkan
pahala yang besar dari Allah
Swt. Khususnya pada tanggal 10
Muharram yang dikenal dengan
hari 'Asyura.
Ibnu Abbas mengatakan, ketika
Nabi Muhammad Saw hijrah dari
Makkah ke Madinah, beliau
menjumpai orang-orang Yahudi
di Madinah biasa berpuasa pada
tanggal 10 Muharram. Menurut
orang-orang Yahudi itu, tanggal
10 Muharram bertepatan dengan
hari ketika Nabi Musa dan
pengikutnya diselamatkan dari
kejaran bala tentara Firaun
dengan melewati Laut Merah,
sementara Firaun dan tentaranya
tewas tenggelam.
Mendengar hal ini, Nabi
Muhammad Saw mengatakan,
"Kami lebih dekat hubungannya
dengan Musa daripada kalian"
dan langsung menyarankan agar
umat Islam berpuasa pada hari
'Asyura. Bahkan dalam sejumlah
tradisi umat Islam, pada awalnya
berpuasa pada hari 'Asyura
diwajibkan. Kemudian, puasa
bulan Ramadhan-lah yang
diwajibkan sementara puasa
pada hari 'Asyura disunahkan.
Dikisahkan bahwa Aisyah
mengatakan, "Ketika Rasullullah
tiba di Madinah, ia berpuasa
pada hari 'Asyura dan
memerintahkan umatnya untuk
berpuasa. Tapi ketika puasa
bulan Ramadhan menjadi puasa
wajib, kewajiban berpuasa itu
dibatasi pada bulan Ramadhan
saja dan
kewajiban puasa pada hari
'Asyura dihilangkan. Umat Islam
boleh berpuasa pada hari itu jika
dia mau atau boleh juga tidak
berpuasa, jika ia mau." Namun,
Rasulullah Saw biasa berpuasa
pada hari 'Asyura bahkan setelah
melaksanakan puasa wajib di
bulan Ramadhan.
Abdullah Ibn Mas'ud
mengatakan, "Nabi Muhammad
lebih memilih berpuasa pada hari
'Asyura dibandingkan hari
lainnya dan lebih memilih
berpuasa Ramadhan
dibandingkan puasa
'Asyura." (HR Bukhari dan
Muslim). Pendek kata,
disebutkan dalam sejumlah
hadist bahwa puasa di hari
'Asyura hukumnya sunnah.
Beberapa hadits menyarankan
agar puasa hari 'Asyura diikuti
oleh puasa satu hari sebelum
atau sesudah puasa hari
'Asyura. Alasannya, seperti
diungkapkan oleh Nabi
Muhammad Saw, orang Yahudi
hanya berpuasa pada hari
'Asyura saja dan Rasulullah ingin
membedakan puasa umat Islam
dengan puasa orang Yahudi.
Oleh sebab itu ia menyarankan
umat Islam berpuasa pada hari
'Asyura ditambah puasa satu hari
sebelumnya atau satu hari
sesudahnya (tanggal 9 dan 10
Muharram atau tanggal 10 dan
11 Muharram).
Selain berpuasa, umat Islam
disarankan untuk banyak
bersedekah dan menyediakan
lebih banyak makanan untuk
keluarganya pada 10 Muharram.
Tradisi ini memang tidak
disebutkan dalam hadist, namun
ulama seperti Baihaqi dan Ibnu
Hibban menyatakan bahwa hal
itu boleh
dilakukan.
Legenda dan Mitos Hari 'Asyura
Meski demikian banyak legenda
dari salah pengertian yang terjadi
di kalangan umat Islam
menyangkut hari 'Asyura,
meskipun tidak ada sumber
otentiknya dalam Islam.
Beberapa hal yang masih
menjadi keyakinan di kalangan
umat Islam adalah legenda
bahwa pada hari'Asyura Nabi
Adam diciptakan, pada hari
'Asyura Nabi Ibrahim dilahirkan,
pada hari 'Asyura Allah Swt
menerima tobat Nabi Ibrahim,
pada hari 'Asyura Kiamat akan
terjadi dan siapa yang mandi
pada
hari 'Asyura diyakini tidak akan
mudah terkena penyakit. Semua
legenda itu sama sekali tidak
ada dasarnya dalam Islam.
Begitu juga dengan keyakinan
bahwa disunnahkan bagi mereka
untuk menyiapkan makanan
khusus untuk hari 'Asyura.
Sejumlah umat Islam mengaitkan
kesucian hari 'Asyura dengan
kematian cucu Nabi Muhmmad
Saw, Husain saat berperang
melawan tentara Suriah.
Kematian Husain memang salah
satu peristiwa tragis dalam
sejarah Islam. Namun kesucian
hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan
dengan
peristiwa ini dengan alasan yang
sederhana bahwa kesucian hari
'Asyura sudah ditegakkan sejak
zaman Nabi Muhammad Saw
jauh sebelum kelahiran Sayidina
Husain. Sebaliknya, adalah
kemuliaan bagi Husain yang
kematiannya dalam pertempuran
itu bersamaan dengan
hari 'Asyura.
Anggapan-anggapan yang salah
lainnya tentang bulan Muharram
adalah kepercayaan bahwa
bulan Muharram adalah bulan
yang tidak membawa
keberuntungan, karena Husain
terbunuh pada bulan itu. Akibat
adanya anggapan yang salah ini,
banyak umat Islam yang tidak
melaksanakan pernikahan pada
bulan Muharram dan melakukan
upacara khusus sebagai
tanda ikut berduka atas
tewasnya Husain dalam
peperangan di Karbala, apalagi
disertai dengan ritual merobek-
robek baju atau memukuli dada
sendiri.
Nabi Muhammad sangat
melarang umatnya melakukan
upacara duka karena
meninggalnya seseorang dengan
cara seperti itu, karena tindakan
itu adalah warisan orang-orang
pada zaman jahiliyah.
Rasulullah bersabda, "Bukanlah
termasuk umatku yang memukuli
dadanya, merobek bajunya dan
menangis seperti orang-orang
pada zaman jahiliyah."
Bulan Pengampunan Dosa
Bulan Muharram adalah bulan
pertama dalam sistem kalender
Islam. Kata Muharram artinya
'dilarang'. Sebelum datangnya
ajaran Islam, bulan Muharram
sudah dikenal sebagai bulan suci
dan pada bulan ini dilarang
untuk melakukan hal-hal seperti
peperangan dan pertumpahan
darah.
Seperti sudah disinggung di atas,
bahwa bulan Muharram banyak
memiliki keistimewaan.
Khususnya pada tanggal 10
Muharram. Beberapa kemuliaan
tanggal 10 Muharram antara lain
Allah Swt akan mengampuni
dosa-dosa setahun sebelumnya
dan setahun ke depan. E
Peristiwa besar islam di hari Asyuro dan 1 Muharram
Peristiwa-Peristiwa Penting Islam Di
Bulan Muharram:
1. 1 Muharram – Khalifah Umar Al-Khattab
mula membuat penetapan kiraan bulan dalam
Hijrah.
2. 10 Muharram – Dinamakan juga hari
“Asyura” pada hari itu banyak terjadi peristiwa
penting yang mencerminkan kegemilangan
bagi perjuangan yang gigih dan tabah dari
menegakkan keadilah dan kebenaran.
Pada 10 Muharram juga telah berlaku:
1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah
2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari
perahunya sesudah bumi ditenggelamkan
selama 6 bulan
4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari
pembakaran Raja Namrud
5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi
Musa
6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara
7. Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur
dipulihkkan Allah
8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit
yang dideritainya
9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan
paus setelah berada di dalamnya selama 40
hari 40 malam
10. Laut Merah terbelah dua untuk
menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya
dari tentera Firaun
11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah
12. Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan
yang besar
13. Hari pertama Allah menciptakan alam
14. Hari Pertama Alllah menurunkan rahmat
15. Hari pertama Allah menurnkan hujan
16. Allah menjadikan ‘Arasy
17. Allah menjadikan Luh Mahfuz
18. Allah menjadikan alam
19. Allah menjadikan Malaikat Jibril
20. Nabi Isa diangkat ke langit.
20 Peristiwa Penting Islam Di Bulan Muharram
Muharram merupakan bulan pertama dalam
tahun Islam (Hijrah). Sebelum Hijrah Rasulallah
dari Mekah ke Yathrib kiraan bulan dibuat
mengikut tahun masihi.
Hijrah Rasulullah telah memberi kesan besar
kepada Islam samada dari sudut dakwah
Rasulullah, ukhuwwah dan syiar Islam itu
sendiri.
Pada asasnya, Muharram membawa maksud
“diharamkan” atau “dipantang” iaitu Allah SWT
melarang melakukan peperangan atau
pertumpahan darah.
Namun demikian larangan ini ditamatkan
setelah pembukaan Mekah. (Al Baqarah
91).Sejak pemansuhan itu, umat Islam boleh
melaksanakan tugas dan ibadat harian tanpa
terikat lagi dengan larangan tersebut.
Antara Peristiwa-Peristiwa Penting Islam Di
Bulan Muharram:
1. 1 Muharram – Khalifah Umar Al-Khattab
mula membuat penetapan kiraan bulan dalam
Hijrah.
2. 10 Muharram – Dinamakan juga hari
“Asyura” pada hari itu banyak terjadi peristiwa
penting yang mencerminkan kegemilangan
bagi perjuangan yang gigih dan tabah dari
menegakkan keadilah dan kebenaran.
Pada 10 Muharram juga telah berlaku:
1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah
2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari
perahunya sesudah bumi ditenggelamkan
selama 6 bulan
4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari
pembakaran Raja Namrud
5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi
Musa
6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara
7. Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur
dipulihkkan Allah
8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit
yang dideritainya
9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan
paus setelah berada di dalamnya selama 40
hari 40 malam
10. Laut Merah terbelah dua untuk
menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya
dari tentera Firaun
11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah
12. Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan
yang besar
13. Hari pertama Allah menciptakan alam
14. Hari Pertama Alllah menurunkan rahmat
15. Hari pertama Allah menurnkan hujan
16. Allah menjadikan ‘Arasy
17. Allah menjadikan Luh Mahfuz
18. Allah menjadikan alam
19. Allah menjadikan Malaikat Jibril
20. Nabi Isa diangkat ke langit.
20 Peristiwa Penting Islam Di Bulan Muharram
Saturday, 17 October 2015
Tempat-tempat yang biasanya di sukai syetan.
Berikut merupakan 11 Tempat yang Disukai
Syetan , diantaranya adalah :
1. Tempat Buang Air Besar dan Kecil
Dalam hadits Zaid bin Arqam radiyallohu ‘anhu,
dan selainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad
(4/373), Ibnu Majah (296), Ibnu Hibban
( 1406), Al Hakim (1/187) dan selainnya
bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam,
bersabda : “Sesungguhnya tempat-tempat
buang hajat ini dihadiri (oleh para setan, pen),
maka jika salah seorang dari kalian hendak
masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung
kepadamu dari setan laki-laki dan setan
perempuan.”
ﺍﻟْﺨُﺒُﺚِ adalah setan laki-laki dan ﺍﻟْﺨَﺒَﺎﺋِﺚِ
adalah setan perempuan.
Demikian banyak orang yang terkena
gangguan jin adalah di tempat-tempat buang
hajat.
2. Lembah-lembah.
Sesungguhnya jin dan setan ditemukan di
lembah-lembah dan tidak ditemukan di
pegunungan. Berkata Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyyah Rahimahullah dalam “Majmu
Fatawa” (19/33) : “Lembah-lembah adalah
tempatnya kaum jin karena sesungguhnya
mereka lebih banyak ditemukan di lembah-
lembah daripada di dataran tinggi.”
3. Tempat Sampah dan Kotoran.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Rahimahullah dalam “Majmu Fatawa”(19/41) :
“(Para Setan) ditemukan di tempat-tempat
bernajis seperti kamar mandi dan WC, tempat
sampah, kotoran serta pekuburan.”
4. Pekuburan.
Telah datang dari hadits Abu Said Al Khudri
radiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallohu
‘alaihi wasallam, bersabda:
ﺍﻷَﺭْﺽُ ﻛُﻠُّﻬَﺎ ﻣَﺴْﺠِﺪٌ ﺇِﻻَّ ﺍﻟْﻤَﻘْﺒَﺮَﺓَ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤَّﺎﻡَ
” Permukaan bumi itu semuanya masjid (bisa
dijadikan tempat untuk shalat, pen) kecuali
pekuburan dan kamar mandi.” (Lihat juga di
HR. Ahmad (3/83), Abu Daud (492),Tirmidzi
(317), Ibnu Hibban (1699), Al Hakim (1/251)
serta yang lainnya).
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di
dalam “Majmu Fatawa” (19/41) ketika
berbicara tentang tempat-tempat jin : “Pada
pekuburan itu terdapat sarana menuju
kesyirikan sebagaimana pekuburan juga
menjadi tempat mangkalnya para syaitan Lihat
ucapan beliau sebelumnya.
Para syaitan menuntut orang yang hendak
menjadi tukang sihir untuk selalu tinggal di
pekuburan. Dan disanalah para syaitan turun
mendatanginya dan tukang sihir itu bolak balik
ke tempat ini. Para syaitan menuntutnya untuk
memakan sebagian orang-orang mati.
5. Tempat yang Telah Rusak dan Kosong.
Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam “Al Adab Al
Mufrad” (579) dari Tsauban radiyallohu ‘anhu
berkata : Rasulullah Shallallohu ‘alaihi
wasallam, berkata kepadaku : “Janganlah
kamu tinggal di tempat yang jauh dari
pemukiman karena tinggal di tempat yang jauh
dari pemukiman itu seperti tinggal di kuburan.”
Hadits ini hasan. Berkata lebih dari satu ulama
bahwa Al Kufuur adalah tempat yang jauh dari
pemukiman manusia dan hampir tidak ada
seorang pun yang lewat di situ. Berkata
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana
yang disebutkan dalam “Majmu
Fatawa” (19/40-41) ketika berbicara tentang
jin:
“Oleh karena itu, (para syaitan) banyak
ditemukan di tempat yang telah rusak dan
kosong.”
6. Lautan
Dalam hadits Jabir radiyallohu ‘anhu berkata :
Bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi
wasallam:
“Sesungguhnya Iblis meletakkan
singgasananya di atas lautan dalam riwayat
lain di atar airdan kemudian dia pun mengutus
pasukannya. (HR. Muslim: 2813).
Dan juga datang dari hadits Abu Musa
radiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Ibnu
Hibban dan yang lainnya dan hadits ini shahih.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa lautan
yang dimaksud adalah samudera “Al Haadi”
karena di sanalah tempat berkumpulnya semua
benua.
7. Celah-celah di Bukit.
Telah datang hadits Ibnu Sarjis radiyallohu
‘anhu dia berkata: bersabda Rasulullah
Shallallohu ‘alaihi wasallam : “Janganlah salah
seorang diantara kalian kencing di lubang…”
Mereka berkata kepada Qatadah: “Apa yang
menyebabkan dibencinya kencing di lubang?”,
dia berkata : “Disebutkan bahwa itu adalah
tempat tinggalnya jin”. Hadits ini dikeluarkan
oleh Ahmad (5/82), Abu Daud (29), An Nasaai
(34), Al Hakim (1/186) dan Al Baihaqi (1/99).
Lebih dari satu ulama yang membenarkan
bahwa Qatadah mendengar dari Abdullah bin
Sarjis radiyallohu ‘anhu,. Lihat kitab “Jami’ At
Tahshiil.”
Hadits ini dishahihkan oleh Al Walid Al Allamah
Al Wadi’i dalam “Ash Shahih Al Musnad Mimma
Laisa fii Ash Shahihain” (579).
8. Tempat-tempat Kesyirikan, Bid’ah dan
Kemaksiatan
Para setan ditemukan di setiap tempat yang di
dalamnya manusia melakukan kesyirikan,
bid’ah dan kemaksiatan. Tidaklah dilakukan
kebid’ahan dan penyembahan kepada selain
Allah Subhaanahu wat’ala, kecuali syaitan
memiliki andil yang cukup besar di dalamnya
dan terhadap para pelakunya.
9. Rumah-rumah yang di Dalamnya Dilakukan
Kemaksiatan
Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasalla, bersabda
:” Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke
dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing
dan gambar.” (HR. Al Bukhari: 3226 dan
Muslim : 2106 dari hadits Abu Thalhah dan
Aisyah Radhiyallahu ‘anhuma dan datang pula
dari para sahabat yang lain).
Jika malaikat tidak masuk ke dalam rumah,
maka syaitanlah yang masuk adalah syaitan
karena malaikat adalah tentara-tentara Allah
Subhanahu wa ta’ala yang diutus untuk
menjaga kaum mukminin dan menolak
kemudharatan dari mereka. Termasuk
kebodohan adalah jika seorang muslim
mengusir malaikat dari rumahnya yang
menyebabkan masuknya jin dan setan ke
dalamnya. Maka makmurkanlah rumah itu
dengan dzikir kepada Allah Subhanahu
wata’ala, ibadah, dan membaca Al Qur’an.
Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam,
bersabda : “Janganlah kalian menjadikan
rumah-rumah kalian sebagai pekuburan karena
sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di
dalamnya dibacakan Surat Al Baqarah.” (HR.
Muslim (780), Ahmad (2/337), Tirmidzi (2877)
dan selainnya).
10. Pasar-pasar
Telah datang dari Salman radiyallohu ‘anhu,
yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (2451)
dan selainnya berkata : “Janganlah engkau
menjadi orang pertama yang masuk pasar jika
engkau mampu dan jangan pula menjadi orang
paling terakhir yang keluar darinya pasar
karena pasar itu adalah tempat peperangan
para syaitan dan disanalah ditancapkan
benderanya.”
Ucapan ini memiliki hukum marfu (disandarkan
kepada Rasululla Shallallohu ‘alaihi wasallam,
pen). Yang dimaksud dengan ﺍ ﻟﻤﻌﺮ ﻛﺔ dalam
kata ” ﻣﻌﺮﻛﺔ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ” adalah tempat
peperangan para syaitan dan mereka
menjadikan pasar sebagai tempat perang
tersebut karena dia mengalahkan mayoritas
penghuninya disebabkan karena mereka lalai
dari dzikrullah dan gemar melakukan
kemaksiatan.
Dan ucapannya ” ﻭﺑﻬﺎ ﻳﻨﺼﺐ ﺭﺍﻳﺘﻪ ” (dan
dengannya dipasang benderanya), merupakan
isyarat ditemukannya para syaitan untuk
mengadu domba sesame manusia.
Oleh karena itu, pasar merupakan tempat yang
dibenci oleh Alla Subhanahu wata’ala.
Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam
bersabda: “ Tempat yang paling disukai oleh
Allah adalah masjid dan tempat yang paling
dibenci oleh Allah adalah pasar.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim
(671) dan selainnya dari hadits Abu Hurairah
radiyallohu ‘anhu. Demikianlah para setan
berkumpul di tempat-tempat yang di dalamnya
gemar dilakukan perbuatan maksiat dan
kemungkaran.
11.Jin dan Para Syetan Berkeliaran di Jalan-
jalan dan Lorong-lorong.
Dalam hadits Riwayat Bukhari (3303) dan
Muslim (2012) dari Jabir radiyallohu ‘anhu,
bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam
bersabda : “ Jika telah datang malam, maka
cegahlah anak-anak kalian untuk keluar
karena sesungguhnya jin itu berkeliaran dan
melakukan penculikan. Matikan lentera di saat
tidur karena sesungguhnya binatang fasik
(tikus, pen) itu kadang menarik sumbu lampu
sehingga membakar penghuni rumah tersebut”.